Showing posts with label japan. Show all posts
Showing posts with label japan. Show all posts

Wednesday, January 24, 2007

Ultraman a commercial star!

Ultraman starred in an ad for Idemitsu, a Japanese oil company, about the company's commitments on safety, vitality, and satisfaction.



What about Indonesian oil companies? Should they use Indonesian fantasy heroes such as Wiro Sableng? :D

By the way, Ultraman seems to be so famous in Japan that I saw a wish tag at the Tsurugaoka Hachiman shrine in Kamakura saying: "I wish to become Ultraman" Obviously a boy's wish... :D



"I wish to become Ultraman!"

powered by performancing firefox

Thursday, January 18, 2007

For The Rose | 薔薇のために


Manga ini bercerita tentang persaudaraan, persahabatan dan cinta, dengan setting di Hokkaido, pulau paling utara di Jepang yang terkenal dengan alamnya yang indah dan udaranya yang dingin. Lagi2, kalo udah ke deskripsi tentang keindahan alam, bagi gw berhubungan erat dengan suasana hati... yang artinya: romantis. Dan itulah salah satu kekuatan manga yang ngga dimiliki komik lain, misalnya komik ala Amrik. Dalam manga, penggambaran suasana hati para karakter disampaikan melalui gambar tentang keadaan alam. Itu juga yang gw pelajari di Manga School.



Enw, kisah ini bermula ketika sang tokoh utama, Yuri, harus meninggalkan tempat tinggalnya di Tokyo karena neneknya meninggal dunia. Yuri yang sebatang kara baru mengetahui bahwa ibunya masih hidup. Dia pergi mencari ibunya, dan menemukan kenyataan bahwa ibunya ternyata adalah seorang aktris terkenal. Di rumah ibunya itu dia bertemu dengan orang2 yang ternyata adalah saudara2 kandungnya, dari para ayah yang berbeda.



Yuri tinggal di rumah mewah milik ibunya itu, bersama kakak2nya yang ganteng2 dan cantik tapi adatnya aneh2. Ibunya tidak pernah pulang ke rumah karena sibuk shooting dan pacaran. Di rumah itu peran Yuri praktis jadi pembantu rumah tangga, dan kakak2nya tidak menyukainya karena penampilannya yang gemuk dan jelek.



Tapi dengan kehadiran Yuri, suasana di rumah besar & mewah yang tadinya dingin itu lama-kelamaan menjadi hangat. Kakak2nya yang tadinya sangat individualistis mulai belajar tentang kedekatan antar-saudara, tentang persahabatan, dan cinta. Mereka mulai terbuka satu sama lain. Lama-kelamaan Yuri diterima dan disayangi oleh kakak2nya. Tapi, ternyata Yuri jatuh cinta dengan kakaknya yang ganteng bermata biru, Sumire...



Membaca cerita di komik ini seperti membaca cerita novel dewasa. Ceritanya padat dan mendalam, dan dilukiskan dengan indah sekaligus lucu melalui gambar dan kata2 para tokohnya. Dari awal cerita hingga akhir, kita bisa merasakan perkembangan jiwa dari tiap tokohnya. Dan there's a lot of moral of the story. Baca cerita ini seperti belajar dari kehidupan para tokohnya.



YOSHIMURA Akemi memang top banget deh! Gw kagum dengan cerita itu. Tiap tokoh punya masalah yang rumit (dan aneh) - dari masalah keluarga, orientasi seks, trauma masa lalu,... - dan satu per satu diurai dengan bagusnya.



Sekarang gw lagi ngikutin ceritanya yang lain, yang dalam versi Indonesia diberi judul "Beyond the Sea", walaupun judul aslinya seharusnya berarti "deeper than the sea" (海よりも深く)。

Tuesday, January 09, 2007

Japanese City Scapes




Rainbow Bridge at night (20-Nov-2005)

Gw teringat cowok Jepang yang gw ketemu di Odaiba, Teluk Tokyo, setahun yang lalu di bulan November, musim gugur tahun 2005.  Waktu itu hari baru gelap, dan lampu-lampu di luar membuat suasana indah.  Gw berdiri menghadap Teluk Tokyo, memandang Rainbow Bridge yang dihiasi pencahayaan (lighting) yang indah.  Suasana hati juga jadi seneng, alhamdulillah.  Gw motret Rainbow Bridge dengan bersandar di pagar dermaga karena gw gak bawa tripod.  Tapi gw dan Ran mau foto berdua dengan latar belakan jembatan itu. Gimana ya...?

Di tengah kebingungan cari ide, tau-tau seorang cowok yang selama itu lagi motret di sana, datang menawarkan untuk motretin kita!  Dan bonusnya, cowok itu lumayan kakkoii! :)  Dia nggak bicara dalam bahasa Inggris, tapi bahasa Jepang.  Dia nawarin motret, dan kita langsung berbinar-binar karena ada orang yang ngerti bahwa kita pingin difoto, hehehe.....

Gw kasih kamera gw, dan dia pasangin di tripodnya.  Cheese!  Kita difoto deh.  Waktu kita bareng2 preview hasilnya di kamera, dia ngejelasin bahwa karena pake tripod, pemandangan jembatan kelihatan indah, dan orang yang difoto juga indah :)  Well, penjelasan dia bukan sesuatu yang inspiring buat gw, tapi walaupun gw waktu itu udah rada capek abis seharian jalan2 di Odaiba, rada kedinginan (udah malem, di luar, bulan November,... lumayan dingin) dan jelek (yup, I don't really like seeing myself in the photo) tapi gw seneng banget nemu stranger yang keren itu.  Anehnya, gw ngga ngajak dia ngobrol lebih banyak.  Argh!

Abis itu gw dan Ran langsung naik monorail Yurikamome dan kembali ke stasiun Tokyo.  Dari sana kita naik kereta ke Utsunomiya.  Gw inget rasanya.  Hari semakin malam dan udara semakin dingin.  Sepanjang perjalanan menjauh dari metropolitan Tokyo, kereta berhenti di stasiun-stasiun, dan kereta semakin kosong.  Setiap pintu terbuka pada waktu berhenti di stasiun, terasa udara dingin masuk ke dalam gerbong.  Apalagi kalau berhentinya lama, pintu dalam keadaan terbuka dalam waktu cukup lama.  Brrrrr.....  Lama-lama masinisnya nggak buka pintu lagi (wah tengkyu banget!).  Waktu berhenti di stasiun, pintu nggak dibuka dan hanya dibuka kalau ada yang mau turun atau  naik.  Most of the time kereta hanya berhenti menunggu.

* * *


Small Statue of Liberty with Rainbow Bridge atthe background (left); Fuji Television Building (right).

Enw, kembali mengingat suasana sore hingga malam di Odaiba, kelihatannya orang-orang Jepang itu memang punya kehidupan di luar kerja kok.  Banyak couples maupun keluarga jalan-jalan sepanjang dermaga di pinggir teluk, maupun duduk minum di cafe-cafe, atau jalan-jalan di dalam pertokoannya.Lalu waktu di Yokohama CosmoWorld, waktu gw dan Ran diajak Ken naik Ferris Wheel raksasa untuk melihat pemandangan kota Yokohama di malam hari, ternyata banyak yang main di amusement park kecil itu.  Couples and families. 


Yokohama CosmoWorld at night (19-Nov-2005)

Jadi inget artikel di majalah Newsweek bahwa  orang-orang Jepang udah mulai sadar dengan pentingnya kehidupan di luar kerja.  Dan pernah baca juga bahwa generasi muda di sana udah mulai mengubah budaya "workaholic" yang jadi stereotype orang Jepang. Mereka sekarang nggak mau jadi budak kerja (shigoto nin'gen = workaholic) walaupun ada yang masih terjebak dan sulit keluar dari kondisi itu.  Contohnya temanku Ken yang merasa dikondisikan untuk menghabiskan waktunya untuk pekerjaan, dan begitu ingin ambil cuti untuk jalan-jalan tapi belum kesampaian.


Yokohama Bay at night (19-Nov-2005)

Suasana di Odaiba dan Yokohama Bay area / Minato Mirai itu memang enak dan terasa aman dan nyaman walaupun kita jalan kaki di luar.  Walaupun di toko apa2 mahal kalau dihitung dengan kantong gw yang standardnya Rupiah, tapi menikmati suasana kayak gitu aja udah cukup mahal harganya buat gw.  Toh gw lebih suka jalan2 dan sightseeing daripada belanja.  Jadi uang gw habis buat transportasi dan tiket masuk ke tempat2 yang pingin gw liat, daripada buat belanja dan makan (hehe... gw kalo lagi jalan2 makannya gak bener).




Yokohama CosmoWorld as seen from Landmark Tower

Di siang hari, suasananya juga enak.  Apalagi musim itu udaranya enak -
ngga panas, dan belum terlalu dingin.  Di Yokohama, Ken ngajak kita ke
Minato Mirai, kawasan komersial di daerah teluk Yokohama.  Di kawasan
itu ada gedung tertinggi yaitu Landmark Tower, tingginya ... m (nyusul
ya).  Kita ke lantai 74 dengan lift yang cepat tapi gerakannya halus
dan ngga berasa kayak diangkut dengan kecepatan tinggi ke atas.  Dari
lantai itu kita bisa lihat pemandangan 360 derajat ke kota Yokohama di
bawah.


Yokohama Bay as seen from Landmark Tower


Akihabara, Tokyo

Monday, December 11, 2006

Hari-hari Midori


Seneng deh baca manga atau nonton anime yang ceritanya kehidupan percintaan anak muda (sok tua beneur). Biasanya memang tokohnya usia sekolah sih, bahkan usia kuliah pun kayaknya jarang...atau malah nggak ada? Eniwey, cerita2 itu ringan (ada juga sih yg berat), bikin gw senyum dan teringat masa2 abegong yang indah dulu, dan bikin berkhayal sejenak betapa indahnya kalo hidup ini sesederhana itu... :-p Dan, setting keseharian hidup di Jepang, bikin gw nostalgia dan relive gimana rasanya berada di sana... yg gw bayangin sih udara sejuk musim gugur yang indah, daun2 berwarna-warni...

Yang terakhir gw ikutin ceritanya adalah anime Hari-hari Midori, versi Inggrisnya berjudul Midori Days, versi aslinya dalam bahasa Jepang berjudul 「美鳥の日々」 (baca: Midori no hibi), yang diangkat dari serial manga. Seperti cerita2 Jepun lainnya, ide ceritanya rada gila & ngga masuk akal. Tapi justru di situlah daya tarik cerita2 di komik dan animasi Jepun.

Ceritanya seorang anak SMP bernama Seiji, yang dikenal di sekolahnya sebagai pembuat onar & tukang berkelahi, suatu hari bangun tidur dan tangan kanannya sudah berubah jadi seorang anak perempuan berukuran mini. Ternyata anak perempuan itu adalah Midori, teman satu sekolah Seiji yang sudah lama naksir Seiji diam2. Entah kenapa bisa kejadian kayak gitu, namanya juga imajinasi pengarangnya. Yang jelas, sejak saat itu Midori yang aslinya pendiam jadi anak periang sebagai tangan kanan Seiji (dalam arti yang sebenarnya).



Sejak jadi tangan kanan Seiji, Midori jadi melihat sisi Seiji yang lain. Ternyata Seiji nggak seperti yang dikira orang lain, dia baik dan mau berkorban untuk temannya. Cerita ini juga lucu bin konyol, bisa bikin gw 'n my sisters ketawa abis2an saking gelinya. Dari kesulitan mereka mandi (sama2 malu keliatan), usaha Seiji menyembunyikan kenyataan tentang tangan kanannya dari semua orang, Midori yang berusaha nolong Seiji yang dihukum guru olah raganya yang sentimen, Seiji yang terpaksa ke toko anime figurines tempatnya para otaku untuk mbeliin baju buat Midori,...

Yang lucu juga adalah kenyataan bahwa Seiji punya kakak perempuan yang 'reman' abis. Jago berantem dan sering 'menganiaya' Seiji. Kakaknya ini punya geng cowok2 bermotor, yang dia ajak ke onsen (pemandian mata air panas) dan mereka minum2 sampe pada mabok. Besok paginya Seiji bangun, mereka udah ngga ada. Kena ngebayarin deh... BTW, kakaknya inilah yang pertama tau tentang Midori yang ada di tangan kanan Seiji.


Buat yang suka cerita ini juga, Opening & Ending Songs dari anime ini bisa di-donlod di sini:
Buat Faris, daripada gw ngaplod ngabisin jatah pemakaian internet gw atau bikin gw kena charge tambahan (hehe...), mendingan lo donlod aja dari link2 itu ya... :-) Jadi langganan cable TV gak?

Tuesday, November 28, 2006

Aikido

Aikido is a fully defensive Japanese martial art. It doesn't have an attack form. We do not kick, punch, or in any other manner, attempt to hurt our opponent. All the waza (techniques) are done using the attacker's force. The greater force the attacker have against us, the greater the force would go back to him/her.

Aikido doesn't only have techniques in standing position, but also in sitting position. When I see a suwari waza (techniques in sitting position), I often imagine Japan in samurai and shogunate time. People might be attacked when they were sitting--maybe in their homes, or in a teahouse, or in a bath house...

Aikido uses the attacker's force by sending the force back and sending the attacker off balance. When the attacker falls down we pin him down but we don't kick, punch or hit him.

A writing by Charlie Badenhop below explains about the meaning of aikido.

The meaning of Aikido:

合 "Ai" To gather or harmonize.

気 "Ki" Universal life force/energy.

This is the energy that we share with nature and all living beings.

道 "Do" An artful path of discovery.



"Aikido" An artful path of discovering how to gather and harmonize the energy of the universe.

When we sense and move with the energy that is manifesting throughout the universe we find that we have a greater ability to live a life that is healthy and fulfilling.

"Ki"

In Aikido we believe that all human beings utilize and share a common energy source (ki) that helps to run and maintain our environment as well as our individual human systems. We believe that since we all share a common energy source, that in some important way we are all truly members of the same family, and truly sharing our lives with all of nature. We do not have an attack form in Aikido, because attacking an opponent would be like attacking a family member that you love. Attacking an opponent would also be like attempting to damage the flow of Universal energy in the world, and such acts are likely to have many far reaching consequences.

In the Japanese language words that use the concept of "ki" are common.

"Gen-ki" means "root energy" or one's "personal health".

"Ten-ki" relates to "heavenly energy" or "the weather".

"Hon-ki" relates to "original energy" or "the truth".

"Yuu-ki" relates to "brave energy" or "courage".

"Ki o tsukete" means "attach your energy to what you are doing, or "be careful".

The origin of ki?

Where does ki originate from? In Aikido the answer is poetic in nature rather than scientific. It is suggested that ki was "born" at the same instant as the rest of the universe, and that we are all born from the ki of the universe. Ki is considered to be an energy that we all have equal access to. It is an energy that courses through our system if we do not restrict it. In Aikido we believe that excess tension physically and emotionally, fear, hate, greed, and anger, all cut us off from the universal source of ki. Our daily practice involves working at maintaining a balanced state physically and emotionally, and indeed, practicing ways to cultivate physical and emotional balance is much of what the study of Aikido is about. In Aikido physical and emotional balance are meant to be two sides of the very same coin. Physical balance helps to engender emotional balance and health, and vice versa as well. Often in my professional work with individuals I find myself first addressing the clients' physical balance when they come wanting to resolve emotional issues, and I do the reverse as well. I often first address or explore how emotional imbalance might lead to the physical difficulties they are experiencing.

...

Means when we have physical issues, we should address our emotional balance, vice versa?

Source: The Ki of Aikido - An Oriental Concept of "Energy" "Self" and "Mind"

* * *

Buat semua teman2 di dojo PTIK yang sempat saya kenal:

Pur sensei, Dedi sensei, mas Adi, mas Andi, Uswan, Isya, Cuncun, Artul, Tari, mas Pur,... juga yang cuma ketemu sebentar kayak mas Yarring (mungkin orangnya udh lupa sama saya).

Oya, tidak melupakan Hasnul sensei :-) kalo yg ini sih masih ketemu sekali2...

Deki - temen sejak kecil, temen setia termasuk selama latian aikido bareng... selalu menjemput mengantar diriku (karena gw bukan jelangkung yang tak dijemput tak diantar)

Pur sensei yang selalu memberi semangat agar rajin latihan...

Uswan yang selalu meng-encourage gw untuk cari "celah" yang pas waktu zagikokyuho... dan menggemari badge Powerpuff Girls gw..

Isya yang janji nraktir tapi tak pernah dipenuhi ;-p

BTW, merid ga ngundang2...!

Yah pokoknya semua temen2, sensei sempai,... apa kabar semuanya? Kalau ada yang baca tulisan ini, kontak dong...





powered by performancing firefox

Wednesday, November 22, 2006

Japanese Encoding Support for Non-Japanese Mobiles



For exchanging emails with my friends and family in Japan I use my built-in email client on my mobile phone, since my Japan-based friends use their mobile phone (push) email address. Here in Indonesia as far as I know we haven't had such a service from our network providers here (but it must be coming soon for new mobile phones are ready with push emailfeature).

Apparently there are issues arise:

  1. I cannot read emails sent from Japanese mobile phones due to the "unknown format". It has to be something to do with the character encoding.

  2. Although many Japanese mobile phones can read my email messages, some phones cannot read them (invalid message). It must be, again, the character encoding issue.

Looking for tools for Japanese character support for Indonesian mobile messaging is difficult. I asked the phone maker and they cannot accommodate it. My phone only supports English/Western and Chinese inputs. It doesn't help. I then found a mobile email client software called iCJKMail, which supports Chinese, Japanese, and Korean character encoding. It is made generic to support many mobile phone brands. And it works well on my phone. It also supports multiple identities and SSL, which my phone's built-in email client software doesn't (well it does but it won't allow me to access Gmail)!

iCJKMail uses registration key and requires you to pay for subscription. I subscribed to the Japanese version and pay less than US$5 every month.

Although so far it can only read those encodings (no inputs yet), I found it very useful. Now I can read emails my family and friends send from their Japanese mobile phones, and the usually incompatible Japanese phones can recognize emails I sent using iCJKMail. I can also download picture attachments, although cannot attach any yet. With iCJKMail now emailing them is almost as live as SMS, and it's pretty satisfying considering the character encoding and wireless technology differences between Indonesia and Japan. Besides, since I subscribed to iCJKMail, they've been doing updates, bug fixes, and adding new features.

There is another workaround for sending an email to a Japanese phone so it is recognized by the incompatible phones. I must insert special characters that are available for the Chinese input on my phone. I usually use them to create at least one emoticon, such as: ♪(^▽^)/ or (☆_☆)
(I wrote those using Japanese IME for Windows) so it changed the encoding to Chinese, which apparently is supported by those Japanese phones. But for viewing Japanese encoded emails, I can only use iCJKMail.

Sometimes when the connection is not good, accessing mailbox or sending emails using email client software (built-in or iCJKMail) takes so long it results in time-out. I tried sending emails as MMS messages. When inserting text, I must remember to insert those special characters, otherwise my message will result as an invalid message on the incompatible Japanese phones. MMS supports delivery and read reports--it's good to know my message has arrived and been read. But my MMS messages never arrived satisfactorily because I got the report that the photo cannot be viewed.

So again, using the built-in email client software plus the special characters, or just using iCJKMail to type and view messages is the best workaround I found so far.

powered by performancing firefox



Monday, January 02, 2006

My Favourite of My Favourite Vacation

I'm so thankful! I got the chance to experience a beautiful unforgettable vacation in Japan last November 2005. I was there for a month, seeing my sister and her family, making new friends, travelling to a few cities and places.

Saat-saat favorit gw adalah tgl. 7-8 November. Gue naik kereta meninggalkan Tokyo, sampe Ootsuki, kota kecil di arah barat dari Tokyo. Turun di stasiun langsung berasa beda banget. Dari stasiun Tokyo yang geda' dan ruamenya minta ampun, tau2 gw ada di stasiun kecil di kota kecil yang sepi. Pemandangan di sekitar adalah gunung2 dengan pohon2 b'daun ijo & warna-warni. Oh I love autumn!

Karena Rani & Hide blm nyampe, gw & Didi makan siang dulu di restoran di depan stasiun. Didi makan beef curry, gw makan beef stew (gw rada bosen juga cukup sering makan kare sejak cabut dari Utsunomiya ke Tokyo). Tumben juga hari itu daun2an saladnya gw makan dengan lahapnya. Apa emang enak (stewnya sih lumayan), atau gw lagi laper banget ya?

Pas gw & Didi selesai makan, Rani dan Hide udah sampe di Ootsuki. Mereka naik mobil dari Utsunomiya. Kita lanjutin perjalanan ber-4, Hide yang nyetir, menuju Yamanaka-ko di Fuji Five Lakes (Fujigoko) area. Pemandangan kota kecil, dg gunung2 di sekitar. So beautiful... made me feel happy. Alhamdulillah.

Kita jalan naik mobil Corolla-nya Okasan, dibantu GPS menuju hotel kita di Yamanaka-ko. Di tengah perjalanan, udah di Fuji Five Lakes Area, kita ngeliat ada rumah atap rumbia gitu deh, & di sekitarnya pohon2 dg daun2 merah! Kita ngga keburu2, ngga dikejar apa2, jadi kita mampir deh... Ternyata itu taman dari Fujiyoshida Museum of Local History. Tamannya bagus banget krn daun2 maple udah muerrraaahhh....!!! Subhanallah, it was so beautiful.

I took loads of pictures there. Never enough. The view was so beautiful. I really loved it. Rani & Hide jadi model favorit deh, hehehe...

Pas hari udah mulai menggelap, lampu2 di bawah di sepanjang jalan yg diapit pohon maple itu dinyalain. Indah!

Kita lanjutin perjalanan ke Yamanaka-ko. Akhirnya sampe lah di hotel kita, ファミリーロッジ・旅籠屋・山中湖 (Family Lodge Hatagoya, Yamanaka-ko). Tempat parkirnya aja udah di bawah pohon2 berdaun kuning. Autumn memang indah! Tempatnya bukan hotel sih, tipenya bed&breakfast lah. Suasana di lobby/lounge-nya hangat gitu, kayak di living room rumahan, ada teddy bearnya segala :) Kamarnya luas, ada TV, AC, meja rias, meja tambahan yg dilipat ke tembok, sofa bed buat extra bed gratis, pojok gantungan baju, shower room, ruang bertapa (alias tempat e*'). Teh panas gratis bisa diambil di lounge. Abis bersih2 kita keluar cari makan. Makin malem udara di luar makin dingin, waktu itu di luar udah 7 derajat Celcius. Kita naik mobil ngelilingin Danau Yamanaka cari tempat makan mur-mer, ngga dapet. Yg ada mahal2 (keliatan dari bentuk restorannya, ataupun papan menu yg ditaro di luar), ato tutup. Well, maklum we were on a tight budget, hehehe... Eh sempet nemu restoran kare (Japanese curry), gw & Didi turun utk ngecek (keluar dari mobil buru2 masuk resto...dingin bow) apa makanannya mengandung babi. Di sana mereka biasanya ngga berani main2, krn ada org yg alergi babi. Kalo terjadi apa2 sama org yg makan di sana, mereka bisa dituntut. Ternyata mereka dg jujur bilang makanannya mengandung babi. Ngga jadi deh kita makan di sana... Akhirnya kita ke Seven Eleven beli makanan jadi yg tinggal dipanasin pake microwave. Enaknya di Jepang, di supermarket maupun kombini (convenience store) pasti jualan makanan2 jadi yg tinggal dipanasin. Praktis.

Thank God malem itu kita tidur nyenyak. Kamarnya anget walopun di luar udara dingin buanget. Paginya kita sarapan di lounge, roti dkk dan teh/kopi. Trus kita beres, check out, dan langsung cabut ke Danau Yamanaka utk ngeliat pemandangan Gunung Fuji......

OH SO BEAUTIFUL..... Subhanallah.... Taun 2002 waktu gw ke Jepang, gw cuma liat Gn.Fuji dari Shinkansen dan dari jendela di apartemen Tomoko di Tokyo--kecil. Tapi di Yamanaka-ko inilah pertama kalinya gw ngeliat Gn.Fuji begitu gede di depan mata gw. Indah & mengerikan at the same time. Sementarai di sekitar Danau Yamanaka, daun2 berwarna-warni. Subhanallah, it was so very beautiful. And the fact that I was there with some of the people I love, it makes it even more beautiful. I was very happy then. Alhamdulillah... Segala puji bagi Allah. I wish mom, dad 'n Eggs had been there too.

Trus kita lanjut ke Danau Kawaguchi. Pemandangan G.Fuji dari sana nggak seindah di Danau Yamanaka. Di D.Kawaguchi, banyak gunung2 lainnya, jadi kurang OK gitu lho... Tapi pemandangan di sekitar danau sih tetep aja indaaaah.... :)

Abis itu kita makan siang. Udah mulai buru2 deh, krn perjalanan panjang--gw & Didi lanjut ke Kyoto, sedangkan Rani & Hide balik ke Utsunomiya. So, abis makan di resto di pinggir Danau Kawaguchi, Rani & Hide nge-drop gw & Didi di stasiun Ootsuki lagi. Gw & Didi naik kereta ke Shin Yokohama dulu, trus naik Shinkansen ke Kyoto. Rani & Hide kena macet pulang, baru sampe rumah jam 11 malem :( Sedangkan, gw & Didi nyampe Kyoto malem itu, capek, tapi... ada pengalaman tak terlupakan tentang penginapan. Kita menyusurin Kyoto di malam hari cari tempat nginep yg lain... hehehe.

Yah itu deh cerita pengalaman favorit gw di liburan kemarin. Alhamdulillah... :)